Senin, 05 Februari 2018

Sebuah Hobi Membawa Pengalaman yang Baru



            "Apa yang kamu tulis di berita itu akan mempengaruhi kehidupan banyak orang,  itu akan menjadi referensi orang orang." demikian ungkap Silvanus Alvin seorang jurnalis muda yang memulai tulisannya dari sepercik hobi olahraga kesukaannya.

            laki-laki yang lahir di Jakarta, 9 oktober 1990 silam ini mengaku bahwa ia sesungguhnya menggemari aktivitas menulis berita berawal dari kegemarannya terhadap olahraga seperti basket, sepakbola, maupun balap motor. ia berasumsi ingin menonton pertandingan di Inggris, Argentina, dan negara lainnya secara gratis sambil menulis berita.



IMG_2046.jpg
 










            ia menempuh pendidikan S1 di Universitas Multimedia Nusantara, dan mendapatkan beasiswa dari Lembaga pengelola dana  Pendidikan (LPDP) yang mengantarkannya ia kepada salah satu Universitas terbaik di Inggris yaitu University of Leicester jurusan Jurnalistik. salah satu orang yang mengenalkan beasiswa ini yaitu Pak Jusuf Kalla, dimana pak JK ini mendukung agar ia mendapatkan beasiswa serta melanjutkan pendidikan dengan baik.

           berpofesi sebagai jurnalis, ia sudah mempunyai pengalaman di tiga media besar Indonesia, yaitu Kompas.com, Liputan6.com, dan Detik.com yang membawanya sampai pada saat dimana ia diajak untuk ikut meliput bersama orang nomor satu di Indonesia yaitu Presiden Joko Widodo. pengalaman demi pengalaman diceritakannya dengan sentuhan canda tawa yang membuat keceriaan pagi hari ini.

menjadi wartawan seperti menggap pena sebagai pedang, dimana harus perang di medannya.

Rabu, 16 Desember 2015

Sepenggal Malam Semarak Di Alun-alun Bekasi
Oleh Firda Farera. Kamis 17 Desember 2015 10.13 WIB


       Foto oleh Firda Farera [10/12]

Malam itu suasana di Jalan Pramuka terasa begitu semarak dan hiruk pikuk. Ratusan lampu berwarna-warni menyala dari tiap-tiap warung, kios, dan gerobak yang berderet sepanjang jalanan utama di kota Bekasi. Hampir tidak ada satu tempat pun yang tak diisi oleh pedagang dan kios dagangannya.

Ribuan orang datang dari berbagai usia dan sudut kota Bekasi berdatangan malam itu. Ada keluarga yang datang bermobil, ada pasangan kekasih yang memakai sepeda motor, ada pula sekumpulan anak muda yang sekadar ikut merasakan kemeriahan dalam pasar rakyat yang digelar hampir setiap malam di kota yang mempunya julukan Kota Patriot ini.

Alun-alun di manapun memang biasanya menjadi salah satu bagian pusat keramaian di sebuah kota yang mempunyai fungsi sebagai pusat kemasyarakatan dan pusat pemerintahan. Namun alun-alun Bekasi mempunyai fungsi lebih daripada itu. 

Tak sekadar menjadi pusat keramaian tapi sekaligus merupakan titik berkumpulnya warga kota yang sepanjang hari mungkin tak pernah bisa saling bertemu karena kesibukan pekerjaan mereka. Alun-alun Kota Bekasi saat ini telah berubah fungsi menjadi salah satu tempat wisata di kota Bekasi yang familiar dan menarik untuk dikunjungi setiap malam, khususnya pada akhir pekan atau saat musim liburan.

Kehadiran alun-alun kota Bekasi menjadi magnet tersendiri khususnya bagi warga masyarakat lokal. Letaknya strategis di komplek pusat pemerintahan, diapit oleh Jalan Pramuka dan Jalan Veteran di Kelurahan Margajaya, Kecamatan Bekasi Selatan.

Alun-alun Bekasi bahkan bisa dibilang sudah menjadi salah satu primadona wisata malam bagi warga Bekasi. Khususnya di kalangan remaja yang menjadikan alun-alun sebagai tempat berkumpul bersama atau sekadar bersantai dan beristirahat. Hal ini terbukti dengan adanya berbagai komunitas yang sering mengadakan pertemuan di sana untuk melakukan berbagai macam aktivitasnya, baik berupa kegiatan kelompok maupun individual.

Hal lain yang membuat Alun-alun kota Bekasi selalu ramai pengunjung adalah posisinya yang berada dekat dengan pemukiman warga dan pusat kegiatan masyarakat lainnya. Hanya beberapa puluh meter dari situ, terdapat RSUD, kantor Kejaksaan, Pengadilan, serta dan Polres kota Bekasi.

Tempat yang Menyenangkan untuk Berkumpul


Bekasi adalah salah satu kota terpadat di Tanah Air. Tingkat populasinya kini sudah terpadat keempat di Indonesia, yaitu mencapai 11.000/km2.Dengan populasi sepadat itu, tentunya Bekasi sangat memerlukan banyak tempat untuk berekreasi dan berkumpul. Hal inilah yang mungkin menjadi latar belakang keramaian Alun-alun Bekasi pada setiap malam hari.
Foto oleh Firda Farera [10/12]


Apalagi Alun–alun Bekasi menawarkan berbagai pilihan dan suasana yang dapat menjadi alternatif hiburan bagi warga Bekasi. “Kami sudah bosan kalau ke mall atau pusat perbelanjaan yang sejenisnya. Hiburannya itu-itu saja. Kalau di sini, lebih banyak pilihan dan suasananya juga lebih ramai tapi santai,” kata Rafta dan Fira yang malam itu datang bersama teman-temannya.

Menurut Rafta dan Fira, daya Tarik Alun-alun Bekasi terutama pada wisata kulinernya yang beraneka ragam dan harganya yang masih terjangkau bagi para “penikmat malam” seperti mereka. Selain itu banyaknya acara ataupun pertunjukan dadakan yang sering diadakan di sana menambah ramai dan serunya tempat ini untuk dinikmati bersama.



Surganya Jajanan Khas Bekasi
 
Foto diambil dari www.bekasiurbancity.com

Bagi para penikmat jajanan kaki lima, Alun–alun Bekasi memang layak dimasukkan ke dalam daftar tujuan. Hal tersebut dikarenakan beragamnya jajanan yang disediakan oleh para pedagang kaki lima di sekitar kawasan Ini. Seperti Pak Arifin yang sudah berjualan hampir tiga tahun di kawasan ini. Ia berjualan beraneka ragam sosis dari pukul 4 sore hingga 10 malam, karena menurutnya pada jam-jam itulah para pengunjung biasanya paling banyak berkumpul.

Menurut pengamatan Pak Arifin, pukul 4 sore hingga pukul 10 malam biasanya menjadi waktu bagi keluarga untuk datang bersama anggota keluarganya masing-masing. Sedangkan pada pukul 10 ke atas hingga pukul 3 dini hari, giliran para pemuda dan pemudi yang berkumpul bersama. Namun biasanya mereka sekadar menghabiskan malam bersama komunitasnya.

Tak hanya pedagang yang merasakan manfaat kemeriahan di Alun-alun Bekasi. Para juru parkir yang beroperasi di kawasan ini juga turut merasakan dampaknya, seperti Pak Nurdiansyah yang telah menghabiskan waktunya selama satu tahun untuk menjadi juru parkir di kawasan ini.

Penghasilan Pak Nurdiansyah memang tidak selalu besar dan cenderung tidak tetap. Yang paling ramai hanya pada akhir pekan ataupun saat ada acara tertentu yang terkadang membuatnya kewalahan mengurus area parkir agar tidak mengganggu pengguna jalan lain. “Kalo hari Sabtu, semaleman saja saya bisa dapat sampe Rp 500 ribu,” katanya dengan dialek Bekasi yang kental.

Pak Nurdiansyah menambahkan bahwa pengunjung yang datang didominasi oleh kendaraan beroda dua atau motor. “Kendaraan roda empat semalem paling cuma belasan yang datang,” kata dia lagi.




Tempat Bertukar Cerita

Alun–alun kota Bekasi ini dapat dikatakan sebagai tempat yang multifungsi. Selain sebagai tempat mencari keuntungan bagi para pedagang dan juru parkir, kawasan ini juga memiliki fungsi sosial yang lain. Di sinilah tercipta  interaksi sosial sesama warga kota. 

Foto oleh Firda Farera [10/12]
Menurut Dimas yang datang dari Cibitung, Alun–alun Bekasi merupakan tempat yang baik untuk bertukar cerita dan menyebarkan kegiatan yang berhubungan dengan aktivitas sosial dan kebudayaan. Hal ini disebabkan karena tempatnya yang terbuka dan lebih nyaman, ditambah lagi tidak adanya pungutan biaya dan batasan waktu yang diharuskan jika ingin berlama-lama di tempat ini. Hal itulah yang menjadi nilai tambah dari kawasan Alun-alun Bekasi. 

Namun di balik itu semua masih terdapat banyak hal yang perlu ditambahkan dan diperhatikan di kawasan ini. Terutama faktor  keamanan dan kenyamanan pengunjung. 

Banyaknya pedagang kaki lima liar yang berjualan seenaknya tanpa memperdulikan lingkungan sekitarnya menyebabkan pengunjung kadang merasa terganggu. Selain itu sempitnya lahan akibat banyaknya pedagang kaki lima liar menjadi faktor lain yang dapat mengurangi kenyamanan tempat ini. 

Untuk itulah Pemerintah Kota Bekasi perlu memperhatikan lebih serius permasalahan ini. Misalnya, dengan menyediakan gedung parkir permanen atau memperluas area alun-alun. Sehingga Alun–alun Bekasi dapat tetap menjadi tempat yang menyenangkan bagi warganya dan wisatawan lain yang sedang berkunjung ke kota berpenduduk 3 juta jiwa ini.